Tuesday, May 26, 2009

Training Bersama Usahawan...


Bermula hari isnin yg lepas saya bersama 11 orang usahawan bahagian foundry menjalankan training di kilang bahagian pembuatan foundry. Kami dibahagikan kepada 2 kumpulan kecil dan setiap orang daripada kami sebenarnya diminta untuk membawa master pattern masing-masing. Tapi ada sebahagian sahaja yang membawa master pattern masing-masing. Saya membawa 3 jenis pattern untuk digunakan dalam training tersebut. Kami di ajar cara menggambungkan dan memotong rubber mold. Selepas itu, dengan menggunakan master pattern yang kami bawa, kami diajarkan membenamkan master pattern kami untuk membuat bentuknya pada rubber mold. Kalau tak faham, tengok je gamber di bawah nanti. Hehehe..

Usahawan : Tengah memotong rubber mold untuk bulatan 12 inci.


Menyusun master pattern sebelum membenamkannya kedalam rubber mold untuk mendapatkan bentuk.


Rubber mold yang telah dimasak selama semalaman.


Kepala tali pinggang yang di copy semula dengan banyaknya... Hehehe.. Sapa la punya kepala tengkorak ni......

Produk patung kuda yang telah siap dikeluarkan serta siap digilap sehingga kilat bersama pattern asal iaitu berwarna kuning.

Cara membuka rubber mold setelah proses penghasilan produk menggunakan mesin spin casting.

Antara produk yang dihasilkan.

Sedikit komen daripada En. Zuraini terhadap produk kuda yang kuran sempurna.

Seronok juga belajar semua ni. Boleh buat bisnes. Hehehe.. Training ni berjalan selama 2 hari. Bahan yang digunakan untuk menghasilkan kesemua produk diatas adalah pewter alloy. Bahan lain yang boleh digunakan adalah Zink ataupun timah. Selepas daripada ini, ia juga boleh disalutkan dengan emas macam yang kita belajar di sekolah dulu. Saya pun lupa dah nama kaedahnya. Huhuhu.

Kembali....

Hmm… Lama dah saya tak update blog ni… Lama juga. Sejak bulan febuari yang lalu. Ada juga sahabat-sahabat yang bertanya kenapa blog saya tak “up to date”. Saya hanya bersenyum saja. Ada juga yang member semangat pada saya untuk terus menulis dan belajar menjadikan penulisan sebagai medan da’wah. Saya pun berfikir begitu. Tapi saya bukanlah penulis yang baik. Hanya perkongsian di otak yang mampu di curahkan ke dalam blog ni.



Hmm… Sekarang saya berada di Sabah. Sedang menjalankan praktikal selama 2 bulan di SIRIM Berhad cawangan Sabah. Di sini saya di tempatkan di bahagian kaca dan foundry. Memang berkaitan dengan kos yang saya ambil di UTM iaitu bidang Polimer. Setiap hari saya bertolak jam6.45 pagi dari rumah dan masuk pejabat jam7.30 sebab boleh keluar jam4.30. hehehe. Perjalanan mengambil masa hampir 45 minit untuk sampai ke tempat kerja. Jauh juga perjalanan ke sini ye… Itu perjalanan pada sebelah pagi. Kalau sebelah petang pula, saya kena singgah abah saya di Wisma MUIS. Ia mengambil masa selama hampir sejam untuk sampai ke sana. Ini semua disebabkan kesesakan yang berlaku pada sebelah petang kerana ramai dah pekerja yang balik dari tempat kerja…

Di SIRIM tak banyak kerja yang saya buat. Tapi ada juga yang saya pelajari dari sini. Aplikasi dari apa yang saya belajar di UTM. Saya sendiri mencuba untuk membuatnya. Macam yang dalam gambar tu.. hehehe…

Ini adalah rubber mold yang telah siap di masak atau orang putihnya panggil, telah siap di compress. Ini adalah bahagian foundry.

Seorang usahawan dari bahagian kaca kristal tengah membuat latihan.

Seorang usahawan dari bahagian kaca ukir tengah menghasilkan produk. Tengah ukir swan tu. Hehehe..

Abang Amir, seorang juruteknik bahagian foundry tengah memeriksa mesin spin casting.

Sebelah malamnya pula saya hanya duduk dirumah. Beberapa hari yang lalu berjumpa dengan seorang sahabat. Saya di bawa berjumpa seorang ustaz. Hmm.. Banyak juga yang kami cerita. Tapi kadang-kadang susah untuk saya terima.Ia berkaitan dengan aqidah kita. Hmm… Rasanya tak perlu la saya ceritakan di sini. Kalau nak tahu, contact la saya.. Hehehe…

Friday, February 27, 2009

Apa kata musuh??

1. Moroe Barger berkata: "Sebenarnya ketakutan kami dari bangsa Arab,dan
perhatian kami yang berlebih-lebihan kepada bangsa itu, bukan lantaran
adanya kekayaan alam berupa ladang-ladang minyak yang melimpah ruah itu,
akan tetapi lantaran Islamnya" Kami wajib dan berupaya sekuat tenaga dan
kemampuan yang ada, untuk merintangi bersatunya bangsa Arab, yang bisa
menguatkan mereka. Karena,bersatu dan kuatnya bangsa itu, berarti
bersatu
dan kuatnya Islam di seluruh dunia, maka itu berarti kejayaan dan
kebangkitan Islam akan segera tumbuh .


2. Lawrence Braoun berkata: "Apabila bangsa Arab sebagai basis umat
Islam
dan negara-negara Islam seluruh dunia bersatu, maka mereka akan
membahayakan
kita dan seluruh dunia. Kalau mereka tetap berpecah belah, mereka tidak
punya arti dan kekuasaan apapun. Kita bebas untuk menginjak dan menyeret
mereka. Karena itulah, bangsa Arab dan kaum Muslimin seluruh dunia harus
tetap berpecah belah, agar mereka tetap dalam tidur dan kebodohannya" .


3. Arnold Toynbee berkata: "Sesungguhnya persatuan Islam itu ibarat
orang
yang sedang tidur nyenyak, namun kita harus waspada bahwa orang yang
tidur
itu sewaktu-waktu bisa bangun" .


4. Moro Berger berkata: "Sejarah membuktikan bahwa kekuatan Arab berarti
kekuatan Islam, maka dari itu hancurkanlah bangsa Arab, bersamaan dengan
kehancurannya, hancur pula Islam di seluruh dunia" .


5. W. K. Smith (orientalis Amerika), berkata: "Apabila kaum Muslimin
diberi
kebebasan dalam dunia Islam, dan hidup dalam alam demokrasi, maka pasti
Islam akan meraih kemenangan. Hanya dengan sistem diktator sajalah umat
Islam dapat kita kacaukan, dan mereka akan asing dengan agamanya" .


6. Pemimpin majalah 'Times' (sebuah majalah Amerika), berkata: "Untuk
mencegah hadirnya kesadaran dalam diri umat Islam, maka kita harus
menjadikan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, menjadi
negara
diktator militer. Dengan demikian kita akan dapat mencapai kemenangan
terhadap bangsa Arab dan peradabannya" .


7. Fidel Castro memberikan nasehat kepada Israel yang berbunyi: "Israel
harus berusaha keras jangan sampai gerakan gerilyawan Palestina itu
menganut
ajaran Islam. Karena ia akan memberikan kobaran semangat seperti yang
biasa
dikenal dalam masyarakat Islam. Sesungguhnya semangat agama Arab ini
akan
mempolarisasikan semua jamaah Islam yang lain, sehingga mustahil bagi
Israel
untuk memelihara eksistensinya. Juga saya peringatkan, agar Israel
berusaha
keras menjadikan negara Arab sekitarnya menjadi negara-negara sosialis,
untuk menemukan kerjasama secara damai antara sosialis Arab dan sosialis
Israel" .


8. Lawrence Braoun berkata: "Selama ini para pemimpin kami
menakut-nakuti
kami dari ancaman berbagai bangsa. Namun setelah kami teliti dengan
seksama,
ternyata rasa takut kami itu tidak beralasan. Mereka menakut-nakuti kami
dengan bangsa Yahudi yang berbahaya, bangsa 'kuning' dari Jepang yang
beracun, dan bahayanya bangsa 'merah' (Bolsyewik - Komunis).
Kenyataannya,
kaum Yahudi menjadi kawan karib kami, kaum komunis menjadi sekutu kami,
dan
bangsa Jepang ... untuk yang satu ini, sudah ada negara demokrasi besar
yang
menjamin akan menaklukannya.


Ternyata, bahaya terbesar yang kami temui adalah Islam. Hanya dialah
musuh
sebenarnya bagi kami, baik dalam penyebaran atau di dalam setiap sistem
yang
ada, maupun dalam semangatnya yang sangat menakjubkan" .


9. Philip Foundatie (seorang Perancis) berkata: "Adalah menjadi
kewajiban
bagi bangsa Perancis untuk melawan dan menghancurkan Islam di dunia ini,
dan
menerapkan politik bermusuhan dengan agama itu, serta berusaha dengan
sekuat
tenaga untuk menghalangi penyebaran dan kebangkitannya" .


10. Keimon (seorang orientalis Perancis) berkata: "Menurut hemat saya,
adalah menjadi kewajiban bagi kita untuk memusnahkan seperlima umat
Islam,
menghukum sisanya melakukan kerja paksa, menghancurkan Ka'bah di Mekkah,
dan
memindahkan mayat Muhammad di Medinah ke musium Le Louvre di Paris" .


11. Sebuah media massa barat yang menyatakan: "Tidak diragukan lagi
bahwa
tugas misi dalam merusak dan mengaburkan aqidah Islam telah menemui
kegagalannya. Tetapi tujuan ini bisa dicapai melalui Perguruan-perguruan
Tinggi di Barat (juga semua perguruan dan sekolah atau yang semacamnya
maupun segala lembaga yang dapat dikuasai atau dipengaruhi oleh
Kristen/Yahudi/Israel di dunia ini; peny.). Untuk itu hendaknya dipilih
mahasiswa-mahasiswa (orang-orang; peny.) yang mempunyai watak yang lemah
dan
tidak mempunyai kepribadian serta moral yang rusak dari negara-negara
Timur,
khususnya dari dunia Islam, agar mereka diberi beasiswa (akses-akses,
bantuan-bantuan, kemudahan-kemudahan, sarana dan prasarana, dll.;
peny.),
sehingga mereka itu bisa menyandang gelar (mendapatkan posisi yang
menguntungkan/strategis atau mempunyai pengaruh yang luas dan kuat di
masyarakat; peny.), agar mereka bisa membawa misi yang tidak diketahui
(oleh
orang-orang tersebut; peny.).


Agar mereka membina dan mewarnai tingkah laku sosial dan politik di
negara-negara Islam (dengan tingkah laku yang sebenarnya bertentangan
dengan
ajaran Islam, tetapi dinyatakan oleh orang-orang tersebut sebagai ajaran
Islam; peny.). Kami (Kristen/Yahudi/Israel; peny.) berkeyakinan bahwa
Perguruan-perguruan Tinggi barat (juga semua perguruan dan sekolah atau
yang
semacamnya maupun sebagai lembaga yang dapat dikuasai atau dipengaruhi
oleh
mereka di dunia ini; peny.) harus menggunakan kesempatan yang sebaik-
baiknya terhadap dunia Timur (Islam; peny.) yang tergila-gila dengan
gelar-
gelar ilmiah (maupun gelar-gelar lainnya yang dapat menyatakan bahwa
orang-
orang itu lebih dari orang-orang kebanyakan yang kemudian orang-orang
itu
dapat pergunakan untuk memperoleh kenikmatan duniawi semata-mata yang
berlimpah-limpah - dengan mengabaikan ajaran-ajaran Islam; peny.).
Menggunakan mereka sebagai dosen dan intelektual (serta sebagai
pengambil
keputusan, tokoh masyarakat, dll.; peny.) yang membawa misi
(Kristen/Yahudi/Israel dalam rangka menghancurkan Islam; peny.) adalah
sangat menguntungkan terhadap tujuan kita (Kristen/Yahudi/Israel;peny.)
dengan dalih memajukan (membantu, bersahabat, dll.; peny.) Islam dan
orang-orang Islam."


(Catatan: semua orang-orang Islam, tokoh-tokoh Islam, ilmuwan-ilmuwan
Islam,
pedagang-pedagang Islam, bankir-bankir Islam, anak-anak Islam, suami-
suami
Islam, isteri-isteri Islam, dll. yang murni, yang sejati, yang dengan
sungguh-sungguh berjuang menegakkan kebenaran Allaah S. W. T.. di segala
bidang kehidupan ini, yang pasti bertentangan kepentingan dengan
Kristen/Yahudi/Israel, dibantai habis-habisan dengan mempergunakan
segala
cara yang mungkin dilakukan oleh mereka, termasuk mempergunakan
tangan-tangan orang-orang Islam sendiri yang lemah imannya atau anak-
anak
kecil atau perempuan-perempuan atau orang-orang lemah atau semua orang
yang
dapat terhasut untuk membela kepentingan Kristen/Yahudi/Israel; peny.) .



12. Pernyataan Paus Innocent III bahwa Islam adalah agama "Anti Christ"
pada
tahun 1050 M , yang bunyinya adalah bahwa agama Islam adalah agama
Bid'ah
dari Kristen/Yahudi/Israel, sehingga disusun rencana dan strategi
penghancuran dan penghapusan Islam di seluruh dunia, yang mana
sedemikian
canggih dan halusnya sehingga sebagian besar umat Islam yang lemah ilmu
dan
lemah iman ikut-ikutan menjalankan strategi dan rencana tersebut, bahkan
sampai-sampai, ulama tingkat tinggi banyak juga yang terpengaruh ikut-
ikutan menjalankan strategi dan rencana tersebut.


13. "Kepala pastor dalam konperensi pastor, Samuel Zwemer berkata:
"Sebenarnya kami mengutus dan membebankan anda sekalian ke negara-
negara
Muhammadiyah (Islam), bukan dengan tujuan untuk mengkristenkan mereka,
karena hal itu adalah suatu kehormatan. Mereka tidak pantas untuk
menerimanya. Sebenarnya tugas kalian adalah mengeluarkan orang-orang
Muslim
dari agamanya, agar mereka menjadi mahluk yang putus hubungannya dengan
Allaah S. W. T.. Dengan demikian terputus pula ciri (akhlaq) Islam dari
dirinya, yang menjadi sendi dan fondasi dasar dalam kehidupannya. Dengan
jerih payah kalian itu, kalian telah menjadi pelopor kemenangan dalam
penjajahan dalam negara-negara Islam. Kalian telah berhasil mencuci otak
mereka sehingga mereka mau menerima dan menjalankan segala rencana dan
siasat kita untuk mengeluarkan mereka dari Islam. Kami menginginkan
kalian
berhasil membuat generasi penerus mereka menjadi generasi santai yang
suka
membuang waktu dan bermalas-malasan. Memburu hawa nafsu dengan berbagai
cara, sehingga hawa nafsu itu merupakan tujuan utama kehidupannya, dan
mempertuhankan hawa nafsunya, dan kalau mereka menduduki jabatan
penting,
juga untuk kepentingan hawa nafsunya. Mereka korbankan segala-galanya
untuk
kepentingan hawa nafsu.


Wahai para pastor! Laksanakan dan kerjakanlah dengan sungguh-sungguh dan
sebaik-baiknya tugas yang telah diembankan kepada kalian, dan pasti
kalian
akan berhasil dengan gemilang". Demikianlah pernyataannya, yang
diwujudkan
dengan memupuk rasa kecewa,frustasi, pesimistis, dan putus asa terus
dipompakan. Mabuk-mabukan,diskotik, film porno dan sex bebas
dibudayakan,
sehingga generasi Islam terlena dan terhanyut sampai jauh dari cita-cita
semula yang luhur, hingga aqidah sebagai senjata ampuh yang terakhir
ditanggalkan satu demi persatu .


14. Kardinal Simon (orang kedua setelah Paus di Vatikan),
menyatakan:"Andai
umat Islam itu bersatu padu di seluruh dunia, dan menyatukan seluruh
aspirasinya, saling bantu untuk melepaskan diri dari cengkeraman bangsa
Eropa (Kristen/Yahudi/Israel; peny.), lalu mereka berkiblat dan mematuhi
segala syariatnya (Islam, peny.), maka mereka akan mampu bangkit dan
mengalahkan kita (Kristen/Yahudi/Israel; peny.). Dan wajiblah bagi kita
(Kristen/Yahudi/Israel; peny.) untuk menyusun program demi memecah
belah,
menghalangi kebangkitan mereka (Islam; peny.).


15. Eks PM Inggris, James Callaghan berkata dalam wawancara tentang
konperensi Qoud Lobby: "Sebenarnya di antara topik yang hendak
dibicarakan
ialah masalah Iran". Ditegaskan kemudian: "Masalah Iran itu mempunyai
akar
yang mendalam dan kuat, karena kita juga harus membicarakan masalah
Turki,
Pakistan dan Timur Tengah". Ditegaskan lagi: "Memang sulit bagi anda
untuk
memahami apa yang terjadi dalam masalah ini. namun saya sebagai seorang
Kristen yang murni, akan mengatakan kepadamu: "Di sana ada musuh
terbesar
yang harus kami musnahkan, sampai ke akar-akarnya. Dia senantiasa
menghalangi setiap rencana dan gagasan kami. Musuh kami itu adalah
Aqidah
(ajaran Islam; peny.), oleh sebab itulah dalam konperensi kali ini, kami
fokuskan pada masalah yang sangat vital itu" .


16. Ben Gaurion seorang Kristen/Yahudi/Israel berkata: "Tidak ada yang
paling menakutkan saya selain kalau dunia Arab akan melahirkan seorang
Muhammad baru" .

Kenapa???

Salam'alaik...

Alhamdulillah hari ni sempat lagi aku solat subuh berjemaah. InsyaAllah moga sentiasa menjadi amalanku dan kebiasaan pada diriku. Aku kini cuba untuk melatih diri untuk istiqamah bangun awal sebagaimana menjadi kebiasaanku sewaktu di matrik dulu. Qiam pun hampir setiap minggu aku jalani, tapi bila berada di Universiti aku hairan mengapa diri ini begitu sukar untuk mengamalkan apa yang telah menjadi kebiasaanku sewaktu di matrik dulu... Ya Allah! Aku pohon petunjukMu dan bimbinganMu...

Sudah begitu lama aku tidak meng"up-date" blog ini..... Apakah sebabnya?????
Mungkin aku tidak pandai untuk berkata-kata di medan ini. Ya betul!! Aku kurang mahir dalam mengarang dan bermain-main dengan bahasa.... Tapi sewaktu aku bermula berjinak-jinak dengan blog ini, aku berniat untuk "belajar-belajar". Melatih diriku ini supaya boleh berkongsi tentang apa sahaja yang ku ingin kongsikan... kadang-kadang aku ingin juga mencontohi seniorku sewaktu sekolah hinggalah sampai ke Universiti dia masih seniorku yang banyak membimbingku selama ni.... Tapi kenapa aku tidak boleh jadi sepertinya... Bukan tidak boleh, aku sedar aku perlu mulakan kesedaran tu dari diriku sendiri... InsyaAllah...

Monday, February 2, 2009

PENGGANAS AKHIR ZAMAN


Perkembangan terkini di Gaza pada hari ini menyebut terdapat lagi korban terbaru akibat serangan udara Israel di Semenanjung Gaza, sepanjang malam tadi, dengan jumlah yang maut meningkat 398 orang. Ketua Perkhidmatan Kecemasan Wilayah, Moawiya Hassanei, berkata sejak Israel menyerang Sabtu lalu, jumlah yang terkorban setakat ini membabitkan 180 orang awam dengan lebih 2,000 cedera.

Kini telah hampir seminggu Israel mengganas di Semenanjung Gaza, membunuh orang awam tanpa memperdulikan cemuhan dan kutukan masyrakat dunia terhadap mereka. Mereka ini sekarang seperti Raja Dunia yang berkuasa berbuat sahaja, melanyak segala apa yang dianggap sebagai musuh tanpa ada sesiapa yang mampu menahan kezaliman yang mereka lakukan secara terang-terangan itu.

Mengapa berlaku sedemikian? Bukankah bilangan mereka, bangsa Israel ini sedikit sekali jika dibandingkan dengan umat Islam?. Mengapa umat Islam yang berbilion bilangannya ini tidak mampu mempertahankan saudara seagama mereka di bumi berdarah Gaza ketika ini? Hanya yang mampu kita lakukan hanya berdemonstrasi, menyerahkan memorandum dan pelbagai tindakan yang tidak langsung memberi kesan yang signifikan ke atas nasib penduduk-penduduk islam di Gaza yang tertindas itu. Maka saya kira, kita harus dengan penuh rasa malu mengakui kelemahan kita di dalam menangani hal ini.

Apa yang berlaku hari ini adalah rentetan dari perancangan jangkapanjang dan pengimplementasian perancangan itu oleh Yahudi Zionis. Sebenarnya, musuh-musuh Islam terutama Yahudi tahu rahsia di mana kekuatan umat Islam dan di mana kelemahannya. Mereka usahakan untuk mengambil tahu supaya di mana kekuatan itu yang hendak dilemahkan dan juga supaya kelemahan umat Islam itu terus dilemahkan. Sepatutnya rahsia ini cendikiawan Islam yang faham, tetapi mereka nampaknya sudah tidak faham di mana kekuatan umat Islam dan di mana kelemahan mereka. Oleh kerana cendikiawan Islam sudah tidak tahu lagi rahsia kekuatan dan kelemahan umat Islam, bolehlah kita katakan mereka-mereka yang dikatakan arif dengan ilmu Islam sudah tidak boleh jadi pemimpin kepada umat Islam, dengan demikian terdedahlah umat Islam kepada bahaya,kepada musuh Islam terutama Yahudi.

Bagaimana orang Yahudi melemahkan umat Islam?

Di antaranya sebahagiannya kita sebutkan di sini untuk difaham.

Yang pertama :

Orang-orang Yahudi menggalakkan maksiat, dengan digalakkan pergaulan bebas di dalam pelbagai saluran,di dalam pendidikan, di dalam kebudayaan, di dalam ekonomi, supaya keturunan umat Islam terdedah kepada penzinaan, supaya keturunan umat Islam rosak. Bila keturunan umat Islam rosak,hidayah Tuhan tidak dapat. Setidak-tidaknya kalau umat Islam sudah asyik berhiburan, mereka akan lalai dengan tanggungjawabnya kepada Tuhan, seperti cuai sembahyang, seperti tidak memikirkan halal dan haram. Keturunan yang lalai itulah akan menikah kahwin melahirkan generasi, sambung menyambung yang akan datang dan melahirkan Generasi yang tidak dipimpin oleh Tuhan,maka akhirnya mereka hidup di dalam kelemahan.

Yang Kedua:

Begitu juga mereka orang-orang Yahudi mengeluarkan produk-produk makanan dan minuman.Di dalam makanan dan minuman itu dimasukkan unsur-unsur sihir, serta makan minum yang tidak halal supaya jiwa umat Islam yang sudah rosak tak dapat pimpinan Tuhan, hiduplah mereka sebagai haiwan. Kalau mereka hidup macam haiwan,senanglah mereka mengkotak-katikkan umat Islam. Maka sambung menyambung jugalah generasi umat Islam di dalam kelemahan.

Yang Ketiga:

Begitu juga orang Yahudi merosakkan fikiran umat Islam melalui pendidikan, filem-filem serta bahan-bahan bacaan atau kebudayaan atau melalui ideologi, supaya merosakkan fikiran dan jiwa umat Islam.Kemudian umat Islam itu tak boleh dididik dan disedarkan dan di dalam keadaan itu umat Islam tidak akan kembali kepada Tuhan, dan tidak akan bersatu dan berkasih sayang sesama umat Islam. Kalau mereka berjuang pun tidak mengikut yang dikehendaki oleh Tuhan.
Bila mereka berjuang tidak seperti yang dikehendaki oleh Tuhan, bantuan Tuhan tak datang,tinggallah mereka di dalam kelemahan.

Di waktu itu orang Yahudi mengkotak-katikkan umat Islam yang di dalam kelemahan. Umat Islam hari ini adalah seperti yang kita gambarkan tetapi mereka yang bertanggujawab dalam Islam masih tidak sedar juga di mana titik tolak umat Islam ini hendak diberi kekuatan. Mereka masih tercari-cari, masih terjebak dengan ideologi dan fikiran sekular tajaan Yahudi. Kalau Tuhan tidak menunjukkan seorang pemimpin untuk memimpin umat Islam,maka di masa yang akan datang umat Islam di seluruh dunia akan lebih lagi malang.

Bila umat Islam lalai dengan Tuhan, lahirlah golongan-golongan, yang masing-masing ada watak dan sikap bersendirian. Akibatnya satu golongan dengan satu golongan yang lain tidak dapat disatukan dan di dalam keadaan itu musuh-musuh Islam mengambil peluang. Mereka mengkotak-katikkan umat Islam yang tidak boleh disatukan, maka akhirnya umat Islam termasuk di dalam perangkap musuh. Akhirnya kehinaan pun datang, kehinaan itu berpanjangan dari satu generasi ke satu generasi sambung menyambung.Walaupun ramai umat Islam di dalam kelemahan macam buih-buih di lautan,watak setiap golongan itu seperti berikut yang akan diceritakan. Di antaranya:

Kalau dia orang politik,jatuh menjatuhkan di antara mereka, fikirannya, kuasa dan jawatan. Mudah untuk mendapat musuh, tetapi mudah juga untuk mendapat kawan. Mudah untuk musuh jadi kawan, dan begitu juga sebaliknya amat mudah kawan menjadi musuh. Keadaan itu jadi budaya di dalam kehidupan.

Kalau golongan ekonomi fikirannya mencari keuntungan dan kekayaan, sekalipun orang lain mendapat kesusahan dan penindasan asalkan apa yang penting dapat diperolehi iaitu wang dan kekayaan.

Kalau golongan pendidikan berbangga dengan ilmu pula, dengan ilmunya untuk mendapat jawatan supaya hidup lumayan. Kemudian megah pun datang dan hidup nafsi-nafsi menjadi budaya, masing-masing hidup cara sendiri.

Kalau golongan artis dan budayawan kerana mencari makan membuatlah filem-filem walaupun hasil dari filem-filem itu hanya merosakan orang ramai. Yang penting ialah mereka menjadi popular dan dapat glamour, dapat duit senang makan. Senang dapat rumah besar dan kenderaan mewah, walaupun kegiatan mereka itu merosakkan sehingga akhlak orang ramai bercanggah dengan syariat Islam.

Kalau golongan buruh pula mereka asyik fikirkan kenaikan gaji.Kalau menuntut dengan majikan mereka sanggup demonstrasi kerana kenaikan gaji, tidak fikir zaman inflasi. Yang penting majikan naikkan gaji.

Kalau orang-orang agama pula mereka asyik sibuk dengan motivasi dan dakwah, bukan kerana Allah tetapi hendak hidup mewah. Orang biasa menyangka mereka berjuang untuk fisabilillah, tetapi yang sebenarnya mereka berjuang untuk hidup mewah.

Begitu jugalah golongan-golongan lain yang kita tidak sebutkan, mereka masing-masing ada watak dan gaya hidup yang bersendirian. Kita boleh carilah sendiri tidak payahlah diberitahu disini, kita akan tahu sendiri.

Begitulah umat Islam sudah tidak fikirkan Tuhan, watak dan sikap tidak boleh disatukan. Masing-masing golongan ada watak dan hidupnya yang tersendiri. Itulah yang berlaku kepada umat Islam di hari ini dan hendak dibetulkan semula semua ini kita memerlukan seorang pemimpin yang ada wibawa,yang boleh menyatukan semua golongan itu.

Kita berdoalah agar Tuhan cepat tunjukkan seorang pemimpin yang ditunjuk oleh Tuhan, untuk memimpin umat Islam dan mendapat bantuan Tuhan untuk menyelesaikan kemelut yang berlaku di kalangan umat Islam, supaya kehinaan itu tidak berpanjangan.

Sunday, December 7, 2008

MUSIBAH YANG DATANG, APA HIKMAHNYA?



Pagi ini kita dikejutkan dengan berita berlakunya tanah runtuh sekali di sebuah kawasan tanah tinggi di pinggir ibu kota Kuala Lumpur. Berlaku kematian dan kemusnahan harta benda kepada mangsa yang terlibat. Setiap hari kita sentiasa akan dikejutkan dengan perkhabaran dan berita yang menyentuh hati dan akal kita untuk berfikir bahawa sesungguhnya segala yang berlaku di dunia ini adalah dari ketentuan Allah SWT. Allahlah yang mentakdirkan sesuatu itu berlaku ke atas hambaNya. Setiap kejutan dan peristiwa begini akan mengingatkan kembali hati kita kepada pencipta kita, Allah SWT.

Bencana alam seperti tanah runtuh, banjir, kebakaran dan sebagainya dilihat sebagai sesuatu yang lumrah berlaku di dalam kehidupan di dunia ini. Yang membezakan hanyalah impak yang berlaku ke atas mereka yang menghadapinya. Adakah mereka mengambil iktibar atau hikmah dari kejadian yang berlaku atau sebaliknya. Jika mereka memahami hikmah yang tersirat di sebalik setiap kejadian yang berlaku itu, maka tentulah hati-hati mereka ini akan semakin dekat dengan Allah SWT dan semakin meningkat rasa kehambaan dan rasa berTuhan di hati mereka.


Di samping krisis bencana alam ini, manusia juga terdedah dengan krisis-krisis lain yang tidak kurang juga membahayakan seperti contohnya krisis politik, krisis sosial, undang-undang, ekonomi, moral, pendidikan, kemanusiaan, keluarga dan berbagai macam krisis lainnya. Terjadi pergaduhan, penzaliman, perompakan, perjudian, pencurian, pembunuhan, peperangan yang menyebabkan pertumpahan darah dan berbagai kejahatan lain. Masyarakat hidup mengikuti nafsunya masing-masing. Yang kaya menderita, susah hati dalam menjaga dan menambah kekayaannya, yang miskin tidak sabar, susah hati kerana tidak memiliki harta dan melihat si kaya dengan penuh cemburu.

Pergolakan politik di kalangan elit tidak pernah berhenti laksana air laut yang sentiasa bergolak, saling jatuh-menjatuhkan perkara biasa, berebut jawatan hingga mengorbankan harta dan kadang- kadang nyawa. Orang yang berkuasa pula bertindak zalim, menyalahgunakan kuasanya untuk kepentingan diri, kelompok dan golongan. Yang tidak berkuasa mengerahkan segala daya upaya untuk merebut kuasa dan menggantikan pemerintahan yang ada. Ternyata pemerintah yang mengganti itu tidak lebih baik dan yang ditumbangkannya.

Para cerdik pandai mengejar nama dan gelaran, jawatan dan kemegahan, bahkan sesetengahnya sanggup `membeli` gelaran-gelaran itu. Mereka tidak segan untuk memberi dan menerima rasuah dan mengetepikan tugas mendidik rakyat. Muda-mudi hidup berfoya-foya, terlibat dengan dadah dan pergaulan bebas. Maksiat di mana-mana, jenayah dan pelanggaran undang-undang tidak berhenti, ibarat air sungai yang mengalir setiap waktu. Manusia hidup dalam kesusahan dan penderitaan. Jiwa masyarakat tidak tenang, mereka bagai hidup dalam neraka dunia.

Semua ini terjadi kerana manusia sudah tidak berkasih sayang. Tidak ada kasih sayang kerana manusia sudah tipis rasa tauhidnya, sudah tipis keyakinan tentang adanya Tuhan, sudah melupakan Tuhan, sudah tidak mencintai Tuhan. Di waktu itu manusia sudah tidak ada rasa takut lagi. Sudah tidak ada lagi kuasa ghaib yang ditakuti. Dia akan menjadi manusia yang cuba menyesuaikan diri dalam semua keadaan. Di kalangan ulama, dia berpura-pura warak sementara di dalam suasana lain dia mungkar. Seseorang itu sanggup mencuri, curang, menipu atau melakukan apa saja apabila kepercayaan terhadap Kuasa Ghaib itu sudah tiada. Dari sinilah kemudian merebaknya penyakit-penyakit masyarakat.

Kedatangan rasul-rasul, nabi-nabi, rnujaddid-mujaddid kepada umat manusia adalah untuk membawa rahmat Tuhan bagi seluruh alam. Rahmat Tuhan yang paling besar adalah kenal Tuhan. Bila manusia kenal Tuhan maka dia akan cinta, takut, rindu, berterima kasih dan mendorongnya untuk beribadah dan menyembah Tuhan. Hasil dari kenal Tuhan dan ibadah yang dihayati ini akan mendorongnya berbuat kebaikan kepada manusia dan makhluk-makhluk lain ciptaan Tuhan sehingga wujudlah keamanan, keharmonian dan kasih sayang dalam masyarakat.

Malangnya di dunia hari ini walaupun manusia masih percaya adanya Tuhan tetapi dalam kehidupan mereka sudah kehilangan Tuhan. Hampir seluruh lapisan dan peringkat masyarakat sudah melupakan Tuhan dalam kehidupan mereka. Rakyat awam, golongan atasan, pejuang-pejuang kemasyarakatan, para peniaga dan usahawan, guru dan kalangan pendidik, para dai, ulama dan mubaligh, penguatkuasa undang-undang, hakim, peguam, pakar undang-undang, ahli politik, teknorat, pakar-pakar dalam segala bidang, semuanya sudah melupakan Tuhan. Kalaupun ada hanya sekadar lahir yang tidak mampu mencegah manusia daripada membuat kemungkaran dan kejahatan.

Hasil dan melupakan Tuhan ini maka hilanglah cinta terhadap sesama manusia. Kalau terhadap Tuhan yang terlalu berjasa kepada manusia, sehingga patut dicintai, manusia sudah melupakan dan tidak mencintai-Nya, maka atas alasan apa manusia dapat mencintai sesamanya. Manusia lain itu mungkin tidak ada apa-apa jasa kepadanya.

Jadi kesan negatif dari melupakan Tuhan ini terlalu banyak. Manusia sudah tidak berkasih sayang, tidak pemurah, tidak amanah, tidak ada timbang rasa, tidak ada perikemanusiaan, tidak berlaku adil dan tidak bekerjasama. Kalaupun ada kerjasama bukan atas dasar cinta, ia tidak ikhlas dan ada kepentingan, mungkin kerana ingin keuntungan ataupun untuk menjaga harga diri. Kerana itu ikatannya terlalu lemah dan ia boleh terungkai bila-bila masa sahaja.

Orang yang kehilangan Tuhan bukan saja di kalangan orang yang tidak ikut syariat, bahkan orang yang mengerjakan solat, membayar zakat, mengerjakan haji dan umrah pun sudah kehilangan Tuhan. Walaupun mereka banyak di masjid, tetapi sebenarnya bukan dibuat atas dasar mencintai Tuhan. Sebab itulah tidak lahir kasih sayang, pemurah, kerjasama, bermaaf-maafan. Akibatnya di dalam masjid pun sering terjadi pertengkaran dan perkelahian.

Antara yang menjadi pembohong, memfitnah, menipu, makan rasuah dan lain-lain kejahatan adalah di kalangan mereka yang solat, puasa, naik haji, umrah dan lain-lain. Ibadahnya tidak berbuah. Itulah tandanya ikut Islam tetapi tidak kenal Tuhan. Bukan saja orang politik, pengusaha, polis, tentera, bahkan ulama dan orang yang solat pun sudah terpisah dengan Tuhan. Solat dibuat dalam keadaan hati yang lalai dengan Tuhan. Selepas solat, mereka menipu, makan rasuah (rasuah), bohong, memfitnah dan lain. Solatnya tidak memberi kesan dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita lihat ayat yang Quran yang pendek sahaja.

Terjemahannya:

"Sesungguhnya mendapat kejayaanlah orang yang membersihkan nafsunya( daripada mazmumah dan sifat-sifat jahat) dan gagallah, kecewalah orang yang mengotorkan nafsunya." (Asy Syams: 9-10)

Ayat ini kalau dibaca dengan ikhlas untuk Tuhan, betul-betul dihayati dan disampaikan kepada umat, sangat besarlah kejayaannya.

Manusia itu ada fizikal, akal, roh dan nafsu. Tuhan jadikan manusia tabiat semulajadinya sudah ada benih-benih, sifat-sifat dan perangai malaikat, haiwan dan syaitan. Disinilah dikatakan keadilan Tuhan. Ketiga-tiga sifat telah ada. Cuma Tuhan memberitahu, yang benih malaikat hendak disuburkan, yang sifat syaitan hendak dibuang, yang sifat haiwan bukan dibuang tetapi didisiplinkan. Tuhan sudah memberitahu.

Pemberitahuan Tuhan itulah lambang keadilan. Seolah-olah Tuhan berkata, "Kalau engkau hendak jadi orang baik boleh, nak jadi orang jahat boleh, nak jadi malaikat boleh, nak jadi haiwan boleh, nak jadi syaitan pun boleh." Cuma yang tak boleh ubah muka sahaja.

Yang memilih untuk menentukan hendak jadi malaikat, haiwan atau syaitan ialah nafsu. Sebab itu nafsu jangan dibunuh, cuma didisiplinkan, diarah-arah, dididik. Hendak jadi malaikat, haiwan atau syaitan pun dia yang berkehendak. Kalau nafsu dibunuh, manusia tidak akan ada kehendak.

Semasa dia berkehendak menjadi malaikat, benih-benih sifat malaikat pun Tuhan sudah tanam seperti rasa malu, kasih sayang, bertimbang rasa, rendah diri, belas kasihan. Ini benih-benih sifat malaikat. Rasa bertuhan itulah benih malaikat.

Manakala benih syaitan antaranya ialah sombong, tamak, pemarah, hasad dengki, bakhil, buruk sangka dan macam-macam lagi sifat yang negatif.
Kalau benih binatang pula seperti banyak makan, tidur, keinginan seks, bergaduh, pentingkan diri.

Terpulang pada kita hendak jadi malaikat, haiwan atau syaitan. Ada kala jadi malaikat, ada waktu jadi syaitan atau boleh jadi kadang-kadang macam malaikat tapi sebenarnya perangai syaitan.

Ada orang yang menjadi malaikat, lepas sahaja wirid dia tipu orang, rasuah, curi duit bank. Begitulah watak semulajadi yang Tuhan lakukan bagi manusia ini. Terpulanglah pada manusia memilih sama ada untuk menyuburkan benih malaikat, syaitan atau haiwan.

Apa yang kita dapat ambil intipati dari ayat ini ialah, kalau semua golongan sama ada ulama, pemimpin, orang kaya, guru-guru, mubaligh dan orang biasa boleh bersihkan nafsunya daripada sifat negatif maka akan datanglah kasih sayang, pemurah, memberi maaf, bekerjasama, perikemanusiaan yang tinggi. Hasilnya lahirlah pemimpin yang adil, benar-benar bertanggung jawab pada rakyat, ulama yang benar-benar menjadi obor pada masyarakat sama ada golongan atas atau bawah, orang kaya menjadi bank, membantu orang miskin.Bahkan bila kerajaan susah, dia beri duit pada kerajaan.

Kalau dia guru, nafsunya dibersihkan, dia jadi guru yang juga ayah, mak dan kawan kepada murid-muridnya hingga murid-murid dianggap anaknya. Marah dan kasihnya macam mak ayah terhadap anak. Anak murid pula, sampai mati pun akan sebut gurunya. Dia tidak akan lawan guru. Kisah-kisah murid lawan guru ini kerana salah gurunya yakni kerana nafsu gurunya. Pada guru yang sudah bersihkan nafsunya, dialah kawan, dia pemimpin, dia ayah dan ibu kepada murid-murid. Kalau dia marah adalah atas dasar ayah kepada anak.

Kalau ditakdirkan Tuhan, seseorang itu miskin pula, dia akan sabar, tidak akan mencuri, tidak hasad dengki dan tidak timbul penyakit masyarakat.

Satu ayat sahaja, kalau diterima akan menjadikan pemimpinnya adil, bertanggung jawab, berwatak guru dan adakalanya macam mak ayah. Rakyat pula taat setia dan sanggup mati kerana pemimpin. Orang kaya jadi bank, guru-guru macam mak ayah yang beri kasih sayang dan murid jatuh hati padanya. Dunia menjadi syurga sebelum syurga di akhirat.

Cuba bayangkan betapa indahnya kalau dalam sebuah rumah tangga, ibu bapa berakhlak mulia dan berperanan mendidik anak-anak, dan dapat pula menjadi contoh. Di sekolah, guru-guru bagaikan mak ayah, mendidik murid bagaikan anak sendiri, penuh dengan kasih sayang dan suri teladan. Di kampung-kampung, ketua kampung berperanan sebagai pendidik, di mukim dan daerah penghulu dan pegawai daerah juga berperanan sebagai pendidik dan menjadi suri teladan, begitulah seterusnya di dalam masyarakat umum di mana ketua negara, menteri-menteri dan wakil rakyat bersifat mendidik dan menjadi suri teladan kepada rakyat. Masyarakat begini siapa yang tak nak? Masyarakat yang berkasih sayang, yang ada rasa bersama dan bekerjasama. Mana kita nak cari ? Yang kita lihat hari ini, sebab nafsu manusia sudah jahat, ada yang sudah jadi harimau dan singa, ada yang sudah jadi ular dan beruang.

Dengan ayat yang pendek itu sudah cukup untuk membawa perubahan. Kalau dibaca dengan ikhlas dan dihayati, masyarakat akan jadi syurga. Untuk membersihkan nafsu, kita mesti merujuk kepada Allah kerana Dialah yang tahu selok-belok kejadian manusia. Dia yang menciptakan manusia, sudah pasti Dia apa sahaja masalah yang menimpa manusia, Dia ada cara untuk menyelesaikannya.

Maka jika berlakulah bencana, krisis dan malapetaka di dalam hidup manusia itu, rujuklah kembali kepada Allah, merintih dan berdoalah kepadaNya, bermuhasabah dan bermujahadahlah, insyaAlah akan selamatlah manusia itu dari rasa keluh kesah, kesedihan yang melampau, dan akan terbukalah jalan penyelesaian di dalam menangani musibah yang menimpa ke atas manusia itu.

SEKIAN

Wednesday, December 3, 2008

Mengapa Masyarakat Islam Tidak Dilihat Indah?

Islam adalah agama akidah, agama ibadah, akhlak dan peraturan
serta undang-undang hidup di dalam semua aspek kehidupan sama ada dari persoalan kekeluargaan, masyarakat, ekonomi, kebudayaan, pendidikan, perhubungan, kenegaraan, ketenteraan hinggalah alam sejagat.

Jika sekiranya Islam itu dapat difahami, dihayati dan diamalkan
keseluruhannya, akan dapat dilihat bahawa penganut-penganutnya
adalah manusia yang berakidah, beribadah, berakhlak, berdisiplin, cergas, aktif dan berhubung antara satu sama lain. Dari sini lahirlah manusia yang berukhwah, berpadu, maju, aman damai, bahagia dan harmoni.

Akan tetapi pada hari ini kita lihat umat Islam dan masyarakat umum amat kusut sekali, haru-biru, huru-hara, kelamkabut, tidak berakhlak dan tidak berdisiplin. Umat Islam tidak sehaluan, tidak sependapat dan tidak satu fikiran. Masing-masing ada tujuan-tujuan yang tersendiri, tidak seia-sekata dan tidak serentak menuju satu matlamat yang menjadi cita-cita
Islam. Bersimpang-siur antara satu sama lain. Tidak di satu barisan yang tersusun rapi seperti satu bangunan yang tersusun dan indah. Mereka bercelaru, satu ke hulu, satu ke hilir. Satu ke darat, satu ke baruh. Satu ke lurah, satu ke bukit. Satu ke timur dan satu ke barat. Akhirnya accident dan berembuk sesama sendiri. Akhirnya umat Islam yang rugi.

Ada yang kaya berfoya-foya, sombong, membuang masa dan
melakukan pembaziran. Hidup sendiri-sendiri. Ada yang miskin tidak sabar. Merungut sana, merungut sini. Mengeluh di sana, mengeluh di sini. Mereka kelihatan resah gelisah.

Yang berilmu hanya memikirkan diri. Dia mencari harta dengan ilmunya. Dia bergaul dengan masyarakat hanya di majlis-majlis rasmi. Hidup juga bersendirian.

Pemuda-pemudinya hidup tidak tentu hala dan tidak tahu
matlamat. Berkumpul membuang masa, bohsia, bohjan, melepak-lepak, sakit mata melihatnya.
Para pemerintah dan penguasa menggertak-gertak, membentak-bentak, mengugut-ugut dan menakut-nakutkan seolah-olah tenggelam punca. Tidak tahu bagaimana hendak mendidik rakyatnya.

Di dalam keluarga, masing-masing hendak lari keluar. Terutamanya
anak-anak. Mereka gelisah sahaja. Panas punggung duduk di rumah kerana di rumah tiada ketenangan dan tiada kebahagiaan.

Begitulah gambaran masyarakat Islam di seluruh dunia. Begitu kusut dan menyakitkan mata memandang. Kalau kita hendak membuat perbandingan, sepertilah kain buruk yang luntur warnanya, berculang-caling, bertompok-tompok, ada hitam, ada kelabu, ada merah, ada biru, ada kuning dan lain-lain warna kerana ditimpa berbagai-bagai hal. Keadaannya begitu
comot sekali. Sakit mata memandang dan perasaan hati
terasa jijik.

Atau dengan gambaran yang lain sebagai perbandingan, macam kita melihat di satu lembah yang busuk, becak, berlumpur, penuh sampah sarap yang berbagai-bagai warnanya. Baunya busuk, sangat jelik dilihat. Hati liar dibuatnya. Begitulah gambaran masyarakat umat Islam di seluruh dunia.
Mengapa terjadi demikian? Mengapa gambaran masyarakat Islam begitu buruk? Mengapa Islam itu begitu cantik tetapi penganutnya tidak cantik? Mengapa Islam itu indah sedangkan penganut-penganutnya sudah tidak indah lagi?

Terjadinya yang demikian itu adalah dari sebab-sebab seperti
berikut:

1. Sesetengah umat Islam di seluruh dunia, Islamnya tinggal akidah semata-mata. Ibadah sudah tidak dibuat lagi. Apatah lagi perkara-perkara selain ibadah, lebih-lebih lagi tidak mencerminkan ajaran Islam. Hiduplah cara mana mahu hidup. Buatlah apa yang terasa. Ikutlah siapa yang hendak diikut. Kadang-kadang dia pun tidak tahu apakah dia seorang muslim atau tidak. Cuma dia dengar-dengar bahawa dia adalah keturunan umat Islam. Maka dia pun mengaku orang Islam. Apa itu Islam, dia tidak tahu. Golongan ini masih ramai.

2. Ada segolongan umat Islam, agamanya hanya setakat akidah dan ibadah sahaja. Itu pun ibadahnya tidak mengikut ilmu yang tepat dan beribadah pun tidak konsisten. Kadang-kadang buat, kadang-kadang tidak. Rasa hendak buat, dia beribadah. Rasa tidak mahu, berhenti dahulu. Atau waktu
terpaksa beribadah. Contohnya kerana ada majlis rasmi di masjid, kenalah bersembahyang. Selepas itu rehat pula. Kemudian apabila terasa hendak beribadah, buat pula. Di aspek-aspek yang lain, jangan cerita. Dia buatlah apa sahaja yang dia mahu. Ia tidak ada kena-mengena lagi dengan
Islam. Islam memang tidak ada hubung kait lagi dengan persoalan kehidupan. Golongan ini juga ramai.

3. Ada golongan pula di kalangan umat Islam, dia berakidah dan ibadahnya tetap dibuat, tidak pernah tinggal. Bagaimana pun, di sudut-sudut lain dia tidak ambil kira sangat, seperti di aspek makan, minum, pakaian, tempat tinggal dan tempat kerja. Hal-hal itu, ikut Islamkah atau tidak, dia tidak
ambil pusing sangat. Jatuh kepada haram atau halal, dia tidak ambil kira. Akhlak juga tidak dijaga. Kalaupun ada yang sesuai dengan ajaran Islam bukan pula dirancang tapi hanya secara kebetulan sahaja. Kerana yang dia jaga sangat ialah akidah dan ibadah sahaja. Yang lain tidak dijaga.
Golongan ini agak ramai.

4. Satu golongan lagi, akidahnya bagus, ibadahnya juga agak bagus. Memang dia jaga. Makan, minum, pakaian, tempat tinggal dijaga jangan sampai melanggar ajaran Islam. Begitu pun di sudut-sudut lain pula terabai. Dia tidak ambil kira sangat. Seperti tidak ambil kira tempat bekerja walaupun melanggar perintah Islam seperti pergaulan bebas lelaki dan
perempuan. Begitu juga akhlaknya tidak dijaga. Boleh sahaja mengumpat, mengata, menghina, hasad, pemarah, sombong, riyak, tamak, bakhil, memfitnah, mengadu domba dan lain-lain lagi. Golongan ini juga agak ramai.

5. Ada golongan yang akidahnya dijaga, ibadah tidak dicuaikandan akhlak boleh tahan dengan orang luar tetapi dengan anak isteri cuai. Di dalam keluarga tidak ada pendidikan formal atau tidak formal. Dengan anak isteri boleh buat lebih kurang, tidak ada perbincangan, tidak ada usrah, tidak ada
pengajian dan tidak ada mesyuarat sesama ahli keluarga.Dengan anak isteri marah-marah sahaja. Didikannya hanya setakat: kalau anak isteri buat salah, dia marah-marah. Dia anggap itulah didikan. Padahal itu adalah hukuman, bukan didikan. Suasana Islam tidak ada di dalam rumah tangga
dan hubungan renggang di antara keluarga. Padahal Islam itu selain bermula dari diri, ia juga bermula dari rumah tangga. Golongan ini juga agak ramai dan keadaan ini berlaku merata.

6. Ada golongan yang sangat menghayati Islam. Akidahnya dijaga, ibadahnya istiqamah dan bersungguh-sungguh. Halal haram di dalam semua hal sangat diambil berat. Akhlaknya dengan Tuhan atau dengan manusia sentiasa diambil berat. Kalau dia melakukan kesalahan atau tertinggal
amalan yang pernah dibuat walaupun sunat, dia sangat menyesal dan dia akan tampung dengan kebaikan. Dia akan tampung dengan sembahyang sunat, sedekah, denganmenolong orang dan lain-lain. Dengan anak isteri berjalan syariat Islam, sembahyang berjemaah bersama, ada program
membaca Al Quran, ada jadual kuliah dan perbincangan. Ibu dan ayah menjadi suri teladan, berkasih sayang sesama keluarga, bekerjasama di antara satu sama lain. Golongan ini sudah tidak ramai lagi. Mereka ini sudah dianggap orang ganjil dan pelik oleh masyarakat.

7. Golongan ini selain bersikap seperti golongan yang keenam, mereka sibuk memperjuangkan Islam. Islam itu diperjuangkan melalui ceramah-ceramah, nasihat-nasihat, tulisan-tulisan,membuat kebaikan di tengah masyarakat seperti selalu bersedekah, sering menolong orang susah dengan
berbagai-bagai cara, suka berkhidmat dengan masyarakat dan pantang mendengar orang susah, mesti ditolongnya.Dia menyedarkan masyarakat kepada Islam secara bilhalatau secara sikap, agar orang ramai faham bahawa begitulah caranya Islam itu. Golongan ini lebih-lebih lagi terlalu
sedikit. Macam antah dalam beras atau macam mencari
gagak putih.

Kalau secara rambang atau secara umum umat Islam seluruh dunia telah terbahagi kepada tujuh golongan. Itu belum kita perinci dan detailkan lagi. Bagaimanalah umat Islam hendak berkasih sayang? Bagaimanakah boleh bersatu padu? Senangkah hendak bertolong bantu? Mudahkah hendak seia-sekata? Mudahkah hendak berjuang di dalam satu barisan yang tersusun,
menuju satu haluan?

Kalau umat Islam seluruh dunia ini, sudah tidak sama dan tidak seirama dalam memahami, menghayati, mengamalkan dan memperjuangkan Islam, bolehkah umat Islam menjadi kuat dan berdaulat? Bolehkah lahir satu umat yang berakhlak dan berwibawa hingga dihormati oleh bangsa-bangsa lain di dunia?

Kalau kehidupan umat Islam sudah begitu kusut seperti yang telah kita paparkan sebelum ini, dari manakah kita hendak bermula untuk memulihkannya semula? Bermula dari duit? Bermuladari hiburan? Bermula dari politik? Bermula dari ilmu?

Berjuang memulihkan semula masyarakat Islam yang begitu haru-biru itu mesti bermula daripada iman dan ilmu. Iman dan ilmu mesti dari didikan. Dari didikan baru datang penghayatan.Dari penghayatan baru datang cinta kepada Allah, Rasul danagama-Nya, atau baru datang takut kepada Allah Taala. Dari takut itu mereka melaksanakan. Dari melaksanakan, lahirlah
bangsa yang bertaqwa. Setelah bertaqwa barulah datang bantuan dan pembelaan dari Allah Taala. Setelah Allah Taala bela, barulah datang kekuatan, kedaulatan dan seterusnya kejayaan yang
diredhai-Nya.

Begitu pun, hendak melahirkan proses itu atau metodologi untuk ditempuh hingga sampai ke matlamatnya, mesti ada figure atau pemimpin yang beriman, berilmu, bertaqwa, berakhlak mulia, yang dihormati dan disegani, disayangi dan dipatuhi.

Kalau nilai peribadi pemimpin itu sama dengan nilai peribadi rakyat umum atau lebih rendah lagi, siapakah yang boleh terima? Siapakah yang boleh hormat? Siapakah yang akansayangi? Siapakah yang akan patuhi?

Kita semua boleh memberi jawapan. Sudah tentu perjuangan umat Islam tidak sampai ke mana. Kalau hendak memperjuangkan di satu aspek sahaja seperti membangun dan maju sahaja, mungkin boleh. Bagaimana pula di aspek iman, taqwa, akhlak, ketaatan dan kasih sayang?
Cukupkah dengan maju sahaja? Orang Barat sudah maju tetapi apa telah jadi kepada masyarakat mereka? Kita semua tahu keadaannya. Tidak perlulah saya sebutkan lagi. Apakah umat Islam mahu mengejar kemajuan sahaja seperti orang Barat lakukan. Masing-masing kita jawablah sendiri.

Dipetik....